Tampilkan postingan dengan label TUGAS KEPERAWATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS KEPERAWATAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2020

PRE PLANING TERAPI BERMAIN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH

 

 

PRE PLANING

TERAPI BERMAIN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-7 TAHUN) YANG DIRAWAT DI RUANGAN AKUT DAN KRONIK IRNA ANAK 

 

LOGO
 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH

Indra Riko Ade Putra, S.Kep

Septia Rahmad M, S.Kep

Tri Setya Ningsih, S.Kep

Deasy Nilam Sari, S.Kep

Dara Pijar Restuti, SKep

Velga Yazia, S.Kep

Coyza Udhe Yuanda, S.Kep

Diana Astarina, S.Kep

Windy Aquarisa,S.Kep

Dia Oktarina,S.kep

Weny Amelia, S.Kep

Riska Sari, S.kep

 

 


 


PRE PLANING

TERAPI BERMAIN MENGGAMBAR DAN MEWARNAI GAMBAR

 

1.       Latar Belakang

Hospitalisasi merupakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan baik bagi anak yang sakit maupun keluarga. Dimana seorang anak dirawat dengan kondisi  yang berbeda dengan lingkungan sebelumnya dan merasa terkekang dengan lingkungan yang dibatasi oleh tempat tidur dan ruang perawatan, hal ini menimbulkan stressor bagi anak dan keluarga yang meliputi rasa nyeri, cemas dan gangguan hubungan sosial. Bila koping yang digunakan salah dan tidak berhasil akan menimbulkan suatu krisis yang berdampak pada anak dan keluarga. Krisis akan berperan sebagai inhibitor dalam proses pengobatan dan perawatan yang mengalami gangguan fisik dan mental. Faktor penyembuh itu memerlukan dukungan emosional keluarga dan perawat perlu mengadakan pembinaan hubungan yang terapeutik dengan anak dan keluarga, salah satunya dengan mengadakan terapi bermain.

Pada anak berusia (3-7 Tahun) biasanya ditemukan perilaku tertutup, menolak untuk disentuh dan takut apabila dilakukan prosedur invasif terutama pamasangan infus, untuk itu diperlukan suatu terapi bermain untuk relaksasi/hiburan, meningkatkan kemampuan sosialisasi anak dengan anak lain dan lingkungan rumah sakit serta menurunkan rasa kecemasan dan kebosanan anak dalam masa perawatan Ini terbukti dari pengalama dinas, dimana anak usia antara 3-7 tahun apabila ada perawat (pakaian putih-putih) akan melakukan asuhan keperawatan maka anak akan menolak dan ada yang menangis hingga histeris, anak susah untu diajak bicara dan keasnya menutup diri. Dari survey awal yang dilakukan di ruang akut IRNA Anak RSUP Dr.M.Djamil Padang terdapat 5 anak yang akan dijadikan sasaran untuk terapi bermain yaitu anak berusia 3-7 tahun dan tidak terpasang infuse dengan keadaan yang tidak gawat.

Diantara intervensi keperawatan anak, terapi bermain sangat efektif karena dapat mengetahui perkembangan fisik, mental, intelektual dan sosial anak sebagai wadah pembinaan hubungan interpersonal antara klien, keluarga dan perawat. Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya, kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya, perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya   kurang mendapat kesempatan bermain.

 Salah satu terapi bermain yang digunakan adalah mewarnai gambar. Karena  mewarnai bidang kosong merupakan cara bagi si kecil untuk mengungkapkan perasaaan dan aktualisasi diri. Melalui gambar yang dibuatnya dapat terlihat apa yang sedang dirasakannya apakah itu perasaan gembira atau malah perasaan sedih. Sebagai contoh, bila si kecil menggambar bentuk-bentuk suram seperti tengkorak dan sebagainya, hal tersebut dapat dijadikan pertanda bahwa sikecil sedang ada masalah dan butuh bantuan anda.

Terapi bermain ini kami pilih untuk anak yang tidak dalam keadaan gawat darurat medis dan tidak dalam terapi khusus medis sehingga tidak mengganggu terapi medis. Sasaran dari terapi ini pada anak yang dirawat di bangsal akut dan kronik IRNA Anak RSUP Dr.M Djamil Padang        

 

2.       Tujuan

Tujuan Umum

Mengurangi traumatik hospitalisasi anak terhadap rumah sakit.

Tujuan Khusus

Setelah mengikuti kegiatan klien mampu:

1.      Meningkatkan daya imajinasi atau fantasi.

2.      Mengembangkan kreativitas anak.

3.      Merasakan kenyamanan di rumah sakit

4.      Meningkatkan kemampuan ekspresi diri, pikiran dan perasaan.

5.      Memenuhi kebutuhan aktivitas bermain.

6.      Menyalurkan emosi secara konstruktif dengan cara menceritakan gambar yang dibuat pada peserta lain.

7.      Mempererat hubungan terapeutik antara perawat dengan anak dan keluarga.

 

                                                

3.       Pelaksanaan Kegiatan

1.      Topik kegiatan

Mewarnai Gambar

 

2.      Sasaran

Anak usia prasekolah (3-7 Tahun) yang di rawat di ruangan kronik dan akut IRNA Anak RSUP Dr.M.Djamil Padang,

 

3.      Target

Anak usia prasekolah (3-7 Tahun) yang di rawat di ruangan kronik dan akut IRNA Anak RSUP Dr.M.Djamil Padang dengan keadaan tidak gawatdarura dan tidak terpasang infus yaitu sebanyak 5 orang

 

4.      Media

ü  Buku yang ada gambar yang belum berwarna

ü  Pensil warna/ Krayon

ü  Laptop

ü  Speaker

ü  Hadiah (alat-alat tulis)

 

5.      Waktu dan tempat

Hari/ Tanggal : Selasa, 13 Desember 2011

Jam                 : 10.00 WIB s/d 10.40 WIB                            

Tempat            : Ruang Bermain IRNA Anak RSUP Dr.M.Djamil Padang

 

6.      Pengorganisasian

ü  Setting Tempat

 

    Ket :                         : Pembimbing

 


: Moderator                                      : Fasilitator                 

 


: Peserta/ audien                                : Observer

 

4.       Pengorganisasian

Moderator                         : Dara Pijar Restuti

      Fasilitator                         : - Indra Rico Ade Putra,S. Kep

                                                  - Septia Rahmad M, S. Kep

                                                  - Tri Setya Ningsih, S. Kep

                                                  - Deasy Nilam Sari, S. Kep

                                                  - Velga Yazia, S. Kep

                                                  - Coyza Udhe Yuanda, S. Kep

                                                  - Diana Astarina, S. Kep

                                                  - Windy Aquarisa, S. Kep

                                                  - Weny Amelia, S. Kep

                                                  - Riska Sari, S. Kep

      Observer                             : Dia Oktarina, S. Kep

       Peserta                               : Anak  usia 3-7 tahun yang dirawat diruang

    kronik dan akut IRNA Anak RSUP Dr. M Djamil

    Padang


 

Penaggung jawab

1.      Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan

 

Tugas Moderator

1.             Membuka acara

2.             Memperkenalkan pelaksana kegiatan

3.             Menjelaskan tujuan penyuluhan

4.             Memimpin acara

 

Tugas Fasilitator

1)      Menyiapkan sarana dan prasarana

2)      Memberikan buku gambar dan pensil warna pada anak

3)      Membantu memotivasi anak

 

KEGIATAN BERMAIN

No

Waktu

Kegiatan Mahasiswa

Kegiatan Peserta

(Anak dan Keluarga)

 

1

 

5 menit

 

Pembukaan

-          Memusatkan perhatian anak-anak dengan mengajak anak bernyanyi

-          Salam

-          Perkenalan dengan sesama anak

-          Perkenalan dengan mahasiswa

-          Perkenalan dengan pembimbing

-          Menjelaskan tujuan

-          Menjelaskan kontrak waktu

-          Mensimulasikan cara Mewarnai

 

 

Memperhatikan

 

 

Menjawab salam

Berkenalan

Berkenalan

Berkenalan

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

2

30 menit

Kegiatan Inti

-          Membagikan buku gambar dan pensil warna

-          Menggali pengetahuan anak mengenai warna

-          Memberi reinforcement berupa hadiah

-          Memandu anak untuk mewarnai dengan warna yang sesuai

-          Memberi reinforcement atas tindakan peserta

-          Memberi reinforcement positif

 

Menerima mainan

 

Menyebutkan warna

 

Mewarnai gambar sesuai dengan warnanya

Mendengarkan

 

Mendengarkan

 

3

5 menit

Penutup

-          Menyudahi permainan

-          Menyimpulkan permainan

-          Menanyakan perasaan anak sesudah bermain

-          Mengucapkan terimakasih pada guru dan anak

-          Memberi salam

 

Mendengarkan

Memperhatikan

Menjelaskan perasaannya

 

Mendengarkan

 

Menjawab salam

 

 

 

7.      Evaluasi

a.       Evaluasi struktur

1).    Di harapkan Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan

2).    Di harapkan Jumlah peserta yang hadir lebih dari 60%.

3).    Di harapkan Tempat dan alat sesuai perencanaan

Ø  Seting tempat bermain.

Ø  Alat – alat yang digunakan :

      - Buku Gambar

                  - Pensil warna/ Crayon

 

b.       Evaluasi Proses

1).    Diharapkan Peserta aktif dalam kegiatan Bermain

2).    Diharapkan Peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.

3).    Diharapkan Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan yaitu hari Selasa tanggal 13 Desember 2011, jam 10.00 – 10.40 WIB.

 

c.       Evaluasi Hasil

Setelah dilakukan terapi bermain diharapkan 60 % anak mampu menghilangkan efek hospitalisasi dengan :

1.    60 % anak mampu meningkatkan daya imajinasi atau fantasi.

2.    60 % anak mampu mengembangkan kreativitas anak.

3.    60 % anak mampu  merasa nyaman di rumah sakit

4.    60 % anak mampu meningkatkan kemampuan ekspresi diri, pikiran dan perasaan.

5.    60 % anak mampu memenuhi kebutuhan aktivitas bermain.

6.    60 % anak mampu menyalurkan emosi secara konstruktif dengan cara menceritakan gambar yang dibuat pada peserta lain.

7.    60 % anak mampu mempererat hubungan terapeutik antara perawat dengan anak dan keluarga.


MANFAAT KEGIATAN MEWARNAI BAGI ANAK

 

Aktivitas mewarnai lazimnya sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak, bukan hanya sebagai kegiatan untuk mengisi waktu kosong anak, tapi juga sebagai aktualisasi diri anak dalam bidang seni. Apa saja manfaat kegiatan mewarnai bagi si kecil? Mari kita kenal lebih jauh manfaat dan kegunaannya


  1. Mewarnai adalah Media Berekspresi Anak

Seperti halnya orang dewasa, aktifitas mewarnai terutama mewarnai bidang kosong merupakan cara bagi si kecil untuk mengungkapkan perasaaan dan aktualisasi diri. Melalui gambar yang dibuatnya dapat terlihat apa yang sedang dirasakannya apakah itu perasaan gembira atau malah perasaan sedih. Sebagai contoh, bila si kecil menggambar bentuk-bentuk suram seperti tengkorak dan sebagainya, hal tersebut dapat dijadikan pertanda bahwa sikecil sedang ada masalah dan butuh bantuan anda.

 

  1. Mewarnai Membuat belajar keserasian dan keseimbangan

Membiasakan si kecil untuk melakukan aktifitas mewarnai baik dengan krayon, pensil warna spidol warna sejak dini dapat membantu mereka mengenal warna, sehingga mereka dapat membedakan antara warna yang satu dengan warna lainnya. Membantu anak untuk belajar keserasian dan keseimbangan warna

 

  1. Mewarnai Merupakan Media Terapi

Warna merupakan sebuah media terapi bagi banyak orang, bahkan warna kerapkali digunakan sebagai bahasa global untuk membaca emosi seseorang. Seorang anak yang mewarnai matahari dengan warna-warna gelap seperti hitam atau abu-abu bisa jadi menandakan kemarahan mereka saat itu.

 

  1. Mewarnai Dapat Melatih si kecil Menggenggam pensil

Bagi sebagaian anak, krayon adalah benda pertama yang digenggamnya sebelum mereka menggenggam pensil. Saat mewarnai dengan krayon itulah pertama kali sikecil belajar menggengam dan mengontrol pensil ditangannya. Kemampuan tersebut yang nantinya akan membantunya dalam menulis saat si kecil menempuh pendidikan disekolah. Kemampuan menggenggam dan mewarnai merupakan salah satu melatih motorik halus anak yang efektif



  1.  Mewarnai Melatih Kemampuan Koordinasi

Kemampuan berkoordinasi merupakan manfaat lain yang bisa diperoleh dari aktifitas mewarnai. Dalam mewarnai diperlukan koordinasi yang bagus antara mata dan tangan, mulai dari bagaimana cara yang tepat menggenggam krayon, hingga memilih warna dan menajamkan krayon.

 

  1. Mewarnai Mengembangkan Kemampuan Motorik

Aktifitas mewarnai merupakan aktifitas yang dapat membantu meningkatkan kinerja otot tangan sekaligus mengembangkan kemampuan motorik anak. Kemampuan tersebut sangat penting dalam perkembangan aktifitasnya kelak, seperti dalam mengetik, mengangkat benda dan aktifitas lainnya dimana dibutuhkan kinerja otot lengan dan tangan dalam prosesnya.


 

  1. Mewarnai Meningkatkan Konsentrasi dan ketahanan mental terhadap lingkungan

Aktifitas mewarnai dapat melatih konsentrasi si kecil untuk tetap fokus pada pekerjaan yang dilakukannya meskipun banyak aktifitas lain yang terjadi disekelilingnya. Seorang anak yang sedang meyelesaikan tugas mewarnai akan fokus pada lembar gambar yang sedang diwarnainya, sehingga sekalipun pun disekelilingnya ribut dengan aktifitas anak-anak lain, ia akan tetap fokus menyelesaikan tugas mewarnainya.

 

  1. Mewarnai Melatih sikecil Mengenal Garis batas Bidang

Mengenal batas bidang gambar merupakan manfaat lain dari aktifitas mewarnai. Dimasa awal si kecil memulai aktifitas mewarnai, mereka tidak akan peduli dengan garis batas gambar dihadapannya, hal tersebut wajar-wajar saja, biarkan si kecil merasa nyaman dan exited terlebih dahulu dengan aktifitas mewarnainya.


  1. Mewarnai Melatih sikecil Membuat Target

Proses mewarnai membutuhkan satu target yaitu berhasil mewarnai seluruh bidang gambar yang tersedia. Dengan melakukan aktifitas mewarnai sejak dini si kecil akan belajar untuk meyelesaikan tugas yang dihadapinya

Senin, 15 Agustus 2011

Contoh Windshield survey

HASIL WINSHIELD SURVEY RT 2 RW 21 KELURAHAN SURAU GADANG
KECAMATAN NANGGALO PADANG


1. LINGKUNGAN FISIK
Wilayah RT 2 merupakan wilayah yang jumlah penduduknya tidak begitu banyak didominasi oleh pendatang dan mahasiswa yang kos ataupun mengontrak diwilayh tersebut. Perumahan di daerah banyak yang rumah kontrakan maupun rumah pribadi dan kos-kosan. dengan sebagian besar kondisi bangunan semi permanen. Di depan rumah penduduk sebagian besar ada pekarangan dan ditanami dengan pohon pelindung serta bunga dan tanaman obat.
Iklim di RT 2 sesuai dengan iklim tropis yaitu panas. Ventilasi dan pencahayaan rumah sebagian besar sudah baik, tetapi masih ada beberapa rumah yang tidak mempunyai ventilasi untuk pertukaran udara dan susunan rumah yang tidak baik.
Wilayah RT 2 cukup bersih, sanitasi lingkungan cukup terjaga, tetapi masih ada beberapa kondisi lingkungan yang kurang mendukung kesehatan seperti tempat pembuangan sampah yang terbuka serta tempat pembuangan limbah yang terbuka dan mengalir lambat. Saat hujan, air limbah meluap kejalanan dan menimbulkan bau yang tidak sedap.Saat panas daerah RT 2 banyak debu karena jalan banyak pasir, dan adanya pembangunan perumahan. Selain itu Daerah RT 2 banyak daerah kosong yang diisi dengna perkebunan dan kolam lele.
Sarana pembuangan air di RT 2 berupa got dan mengalir ke arah banda bakali, namun ada juga got yang banyak ditumbuhi rumput yang bisa mengakibatkan aliran terhambat. Pada umumnya penduduk sudah memiliki WC di rumah masing-masing. Sumber air minum penduduk sebagian besar dari sumur gali pakai cincin dan selebihnya menggunakan air dari PDAM dan sumur bor.
Dalam lingkungan RT 2 juga terdapat 1 mesjid sebagai tempat ibadah dan pendidikan TPA maupun Pesantren Ramadhan yaitu mesjid Al-Qadar. Kebiasaan penduduk di RT 2 dalam beribadah adalah Sholat berjama,ah di mesjid ini dan apabila ada masalah maka musyawarah dilakukan untuk mengatasi masalah di RT, dengan menggunakan bahasa minang.
Batas wilayah RT 2 RW 21 adalah:
Utara : berbatasan dengan RT
Barat : berbatasan dengan Banda Bakali
Timur : berbatasan dengan RT
Selatan : berbatasan dengan RT

Analisa:
Dari segi lingkungan fisik masih ada beberapa rumah di wilayah RT 2 RW 21 yang tidak mempunyai ventilasi dan pencahayaan yang kurang baik, pembuangan sampah yang terbuka, dan banyak lahan kosong yang diisi dengan kebun dan kolam.
Masalah keperawatan: masyarakat di wilayah RT 2 RW 21 Kelurahan Nanggalo beresiko terhadap penyakit DBD, ISPA

2. FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN PELAYANAN SOSIAL
Di wilayah RT 2 terdapat beberapa pelayanan kesehatan dekat dengan bidan praktek maupun dokter. Di wilayah Kel.Nanggalo tersebut juga ada praktek. Selain itu, juga ada posyandu yang digunakan sekali sebulan setiap hari rabu yaitu Posyandu Melati. Posyandu ini digunakan para ibu untuk menimbang berat badan anak, mengukur tinggi badan, dan untuk mendapatkan vitamin A. Di samping itu juga digunakan sebagai posyandu lansia,.
Wilayah RT 2 cukup dekat dengan lokasi pusat perbelanjaan seperti Pasar Raya Siteba. Di dalam RT 2 tersebut juga terdapat depot air minum dan warung-warung yang menjual kebutuhan masyarakat.

Analisa:
RT 2 RW 21 dan RT-RT lainnya di Kelurahan Nanggalo mempunyai fasilitas pelayanan kesehatan yang digunakan secara bersama-sama seperti posyandu, posyandu lansia, praktek dokter, praktek bidan, sehingga masyarakat mempunyai akses yang cukup untuk mengatasi masalah kesehatan
Masalah kesehatan: masyarakat di wilayah RT 2 RW 21 Kelurahan Nanggalo memiliki potensial untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

3. EKONOMI
Rata-rata penduduk RT 2 adalah penduduk dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai pedagang, tetapi ada juga yang bekerja sebagai buruh, guru, PNS, TNI AD, dan pegawai swasta.
Umumnya, masyarakat di RT 2 adalah pendatang yairu remaja (mahasiswa maupun penduduk asli), dewasa yang berusia produktif dan anak-anak. Sementara sebagian besar para ibu di RT 2 merupakan ibu RT tetapi ada juga beberapa orang ibu yang bekerja sebagai pedagang, guru, dan pelayan toko.

Analisa:
Tingkat ekonomi yang hampir sebanding antara tingkat rendah, menegah, dan tinggi, sehingga tidak tampak perbedaan status sosial yang terlalu mencolok diantara warga. Secara umum, kondisi ekonomi masyarakat di RT 2 cukup adekuat untuk medapatkan pelayanan kesehatan.
Masalah keperawatan: masyarakat di RT 2 RW 21 Kelurahan Nanggalo memiliki potensial untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.

4. KEAMANAN DAN TRANSPORTASI
Keadaan jalan di RT 2 cukup baik tapi masih ada yang rusak dan retak-retak akibat gempa 30 september . Secara keseluruhan jalan terbuat dari semen, namun masih ada jalan yang sedang dalam pembuatan. Meskipun demikian, transportasi keluar masuk RT tetap lancar. Jalanan RT tidak dilewati angkutan umum dan buntu. Untuk transportasi, warga memiliki alat transportasi yaitu sepeda motor dan mobil, tapi ada juga warga yang tidak mempunyai alat transportasi.
Saat Ramadhan masyarakat banayk reah akibat perilaku anak-anak dan remaja karena sering bermain petasan saat sholat tarweh dan banyak dari remaja yang nongkrong dan merokok saat sholat atrwih
RT 2 tidak memiliki keamanan khusus seperti hansip, sehingga kasus pencurian sering membuat resah masyarakat, apalagi warga di RT2 adalah Mahasiswa yang mengontrak dan Kos didaerah ini.


Analisa:
Kondisi transportasi warga RT 2 RW 21 sudah cukup baik sehingga dapat meningkatkan daya gerak penduduk untuk mencapai pusat-pusat pelayanan kesehatan dan sosial yang lebih baik. Tidak adanya hansip sebagai bagian Keamanan di RT dan adanya perilaku dari anak-anak dan remaja yang sering nongkron dan main petasan mengakibatkan kebanyaka warga resah
Masalah kesehatan: masyarakat di RT 2 RW 21 Kelurahan Nanggalo memiliki potensial untuk meningkatkan derajad kesehatan dan juga beresiko perilaku maladaptif pada anak dan remaja

5. KOMUNIKASI
Untuk sarana komunikasi, penduduk pada umumnya menggunakan TV, radio, telepon, dan koran sebagai media komunikasi. Selain itu, penduduk juga menggunakan papan pengumuman yang terletak di mesjid dan pengumuman secara lisan (dari pengeras suara mesjid) ataupun komunikasi dari mulut ke mulut.

Analisa:
Sarana komunikasi penduduk yang cukup lengkap dapat menjadi kekuatan untuk penyebaran informasi baru atau mempermudah penyebaran informasi dalam upaya peningkatakan kesehatan masyarakat.
Masalah keperawatan: masyarakat di RT 2 RW 21 Kelurahan Nanggalo memiliki potensial untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.

6. PENDIDIKAN
Sarana pendidikan seperti sekolah formal (SD,SLTP,SLTA) tidak ada di RT 2 yang ada di lingkungan RT 2 adalah mesjid sebagai sarana TPA. Warga RT 2 menyekolahkan anakya di sekolah sekitar Kecematan Nanggalo yang jaraknya tidak terlalu jauh. Pendidikan warga umumnya tingkta pendidikan menengah ke atas yaitu tamatan SMA, sarjana dan sebagian kecil ada S2 dan S3 (doktoral).

Analisa:
Adanya sarana pendidikan membuat anak usia sekolah dan remaja tetap sekolah karena jaraknya yang dekat dengan tempat tinggal dan dapat mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat seperti mengikuti kegiatan pengajian, TPA dan Pesantren Ramadhan di mesjid. Umumnya masyarakat berpendikan menengah ke atas, sehingga sedikit mereka tahu akan pentingnya pemeliharaan kesehatan dan menjaga kesehatan.
Masalah kesehatan: masyarakat di RT 2 RW 21 Kelurahan Nanggalo memiliki potensial untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

7. REKREASI
Di RT 2 tidak terdapat tempat rekreasi khusus yang dapat digunakan. namun masyarakat dapat berolahraga di sekitar banda bakali yang cukup bagus untuk rekreasi sekaligus dengan keluarga. Masyarakat biasanya berekreasi di dalam keluarga dengan berkumpul bersama keluarga.

Analisa:
Tidak adanya sarana rekreasi di dalam RT 2 namun dekatnya sarana untuk olahraga
Masalah kesehatan: masyarakat di RT 2 RW 21 Kelurahan Nanggalo memiliki potensial untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat..

8. POLITIK DAN PEMERINTAHAN
Di wilayah RT 2 tidak ada markas partai politik. Pemilihan RT dilakukan sekali dalam 5 tahun secara langsung dan pengambilan keputusan biasanya berdasarkan hasil musyawarah masyarakat dengan ketua RT dan ketua kelompok.

Analisa:
Kondisi politik dan pemerintahan di RT yang stabil dapat memudahkan mahasiswa dalam mengumpulkan data karena minimalnya anggapan bahwa kedatangan mahasiswa membawa maksud politik tertentu. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kader kesehatan dapat diterima oleh masyarakat.

Masalah kesehatan yang muncul dari hasil Winshield Survey adalah:
1. Resiko prilaku maladaptive pada anak usia sekolah dan Remaja di RT 2 RW 21 Kel.Nanggalo
2. Resiko terjadinya penyakit infeksi (DBD dan ISPA) di RT 2 RW 21 Kel.Nanggalo..
3. Potensial peningkatan derajad kesehatan masyarakat di RT 2 RW 21 Kel.Nanggalo.