Selasa, 23 Februari 2010

soft skill

BAB I
PENDAHULUAN


1. LATAR BELAKANG
Manusia yang berkualitas dan profesional dituntut memiliki kemampuan hard skill dan soft skill. Hard skill merupakan penguasaan Ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya, sedangkan soft skill adalah keerampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (Interpersonal skills) dan keterampilan mengatur dirinya (Intrapersonal Skills) yang mampu mengembangkan secara maksimal unjuk kerja (performans) seseorang
Keterampilan soft skill ini mencakup kemampuan untuk berkomunikasi, membangun hubungan dengan orang lain, kemampuan memmeberikan motivasi, kemampuan untuk memimpin, dll. Dalam dunia kerja kesuksesan seseorang tergantung dari kualitas soft skill yang dipunyai (80%), dan hard skill (20%)
Berdasarkan data diatas soft skill merupakan hala yang penting untuk dikuasai untuk mencapai kesuksesan, dan untuk ituk makalah ini dibuat dengan pemahaman berupa kasus.

2. TUJUAN

A. Tujuan Umum
Untuk memahami apa Itu Soft Skills, dengan harapan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

B. Tujuan Khusus
• Supaya kita paham dan mengerti apa itu soft skill
• Untuk memenuhi tugas caring yang diberikan oleh dosen pembimbing
• Untuk melatih menulis makalah yang baik
• Untuk melatih diskusi dan meningkatkan kemampuan soft skill pada diri sendiri


BAB II
ISI
SOFT SKILL

1. KASUS

Disuatu Puskesmas ada klien yang dirawat dengan diagnosa medis Diabetes Militus. Klien ini bernama Nn.Y yang sudah berumur 53 tahun. Nn.Y sudah sekitar 1 minggu di rawat, Kaki kiri Nn Y mengalamai ulkus dibetikum yang cukup luas dengan bau yang cukup menyengat yang dibalut perban dan tampak cairan pus bercmpur darah.
Suatu Ketika di pagi hari, saatnya perawat melakukan kewajiban dan perannya dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klienya termasuk pada Nn.Y ini. Perawat pun masuk dengan wajah kusut mungkin karena bau ulkus dari Nn.Y, tampak dari wajah perawat ini wajah yang tidak tulus dan jijik melihat keadaan kaki Nn.Y. Perawat pun melakukan tindakan, perawat mengukur TTV Nn.Y dengan teliti, mengobservasi keadaan NnY dan akhirnya smapai pada tindakan Redresing sebelum tindakan tampak perawat melakukan tindakan proteksi dirinya dan mempersiapkan peralatan redresing tampak perawat sangat trampil dalam melakukan tindakan. Namun perawat ini jijik sehingga dengan ketusnya perawat bilang ”Buk buka selimutnya”. Nn.Y balik bertanya ”buat apa suster”, perawat ini malah makin ketus ”buk mau sembuh atau tidak, jelas lah saya mau mebersihkan luka ini buk, memangnya ibu bisa sendiri membersihkan luka ini”. Nn Y dengan agak kesal tapi tidak bisa berbuat banyak hanya bisa bilang ”baik suster” Perawat pun membersihkan luka klien ini dengan wajah yang jijik, hal ini membuat Nn.Y merasa tersinggung tindakan pergung dan merasa malu terhadap apa yang dia derita, karena tindakan perawat ini agak kasar membuat Nn Y merasa kesakitan tampak wajah NnY meringis dan kakinya banyak bergerak. Hal ini mebuat Perawat malah memarahi klien ” Buk kakinya jangan digerakan dong, Ibuk ini bagaimana sich.Tanhan sakitnya buk kok cengeng gitu jadi orang”. Hal ini sentak membuat NnY terpaksa menahan sakit karena Nn Y taku di marahi lagi.
Sekitar 5 menit akhirnya perawat ini selesai membersihkan luka dengan cekatan , kaki klien sudah tidak bau lagi dan tampak bersih Yang kemudian di balut dengan kasa. Dan perwat membereskan pekerjaan. ” Buk lukanya sudah dibersihkan ini obat ibuk minum ya setelah makan” kemudian perawat tersebut langsung pergi. Tetapi Nn.Y ini mau mengatakan sesuatu kepada perawat tersebut. ”Suster terimakasih ya, kaki saya suster bersihkan dengan baik sehingga tampak bersih dan tidak bau”. Spontan perawat tersebut terkejut dan sadar dan sedikit merasa malu karena sikapnya.

2. ANALISA KASUS

Dari kasus diatas dapat disimpulkan kalau perawat yang memberikan asuhan kepada Nn.Y memiliki kompetensi dan keterampilan di bidangnya, namun semua itu tidak cukup untuk menjadi pribadi yang profesional, perawat ini memiliki kemampuan (Hard Skill) yang tinggi namun kurang pada soft skill nya , perawat belum mampu berinteraksi dengan baik dengan klien yaitu Nn.Y, ini tampak pada raut wajah, sikap yang tidak empati, dan kasar. Perawat ini sering membentak sehingga Nn Y takut terhadap perawat ini Harusnya perawat dan Klien adalah mitra yang kedudukanya harus sejajar. Dan perawat harus menganggap itu dan harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap klien supaya klien mencapai kesejahteraan kesehatan dan merasa nyaman setelah dilakukan tindakan oleh perawat.
Inti dari kasus ini adalah perawat tidak menunjukan kemampuan sof skill untuk berinteraksi dengan Nn.Y, namun Nn.Y ini walaupun dikasari oleh perawat malah memberikan reward kepada perawat dengan ucapan terima kasih pada perawat, namun perawat baru sadar, harusnya perawat senang dan puas melakukan tindakan tetapi karena soft skill yang kurang, kepuasan hati tidak ada dan perawat malu dan langsung pergi
.
3. PEMBAHASAN KASUS
Soft skill adalah Keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (Interpersonal Skills) dan keterampilan mengatur dirinya sendiri ( Intra personal Skills) yang mampu mengembangkan secara maksimal unjuk kerja (performans) seseorang.
Pengertian soft skills adalah keterampilan non teknis (non hard skill) yang dapat melengkapi kemampuan akademik membentuk generic dan ransferable skills (Nursalam, 2006)


Beberapa atribut Soft Skills (Nursalam, 2006):
• Menunjukkan hubungan interpersonal yang efektif
• Menunjukkan strategi manajemen diri
• Bekerjasama dalam tim
• Penyelesaian permasalahan secara kreatif
• Pengambilan keputusan
• Berkooperasi dengan yang lain
• Interaktif di tempat kerja
• Bertanggungjawab terhadap perusahaan
• Terbuka menerima bimbingan
• Mampu bekerja pada lingkungan yang beragam
• Mampu meresolusikan konflik

DAFTAR KEMAMPUAN SOFT SKILL
• Kejujuran
• Tanggung jawab
• Berlaku adil
• Kemampuan bekerja sama
• Kemampuan beradaptasi
• Kemampuan berkomunikasi
• Toleran
• Hormat terhadap sesama
• Kemampuan mengambil keputusan
• Kemampuan memecahkan masalah,

Soft Skill penting pada pekerjaan perawat karena:
• Ners berhubungan dengan klien
• Sikap, etika dan karaakter sangat penting dalam tugas ners.
• Hubungan Intra dan interpersonal yang sangat kental.

Berdasarkan penjelasan konsep soft skill diatas jika dihubungkan dengan kasus NnY, tersirat bahwa kalau sikap perawat menggambarkan tidak soft skill terhadap klien (Nn.Y) ini tampak kalau perawat tidak memiliki keterampilan interpersonal yang baik perawat ini memang memiliki keterampilan, kecerdasan dan kemampuan yang baik dalam membersihkan luka namun sikap, dan etika perawattidak disukai oloeh Nn.Y bahkan Klien ini sempat takut. Ini tidak menggambarkan keahlian soft skill.


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perawat dalam kasus ini memiliki keterampilan yang baik dalam Hard Skill dalam tindakan redresing, namun itu semua tidak cukup karena sikap dari perawat dalam berhubungan dengan klienya tidak baik dengan sikap yang kasar, dan membuat klien marah bukan peran perawat sesungguhnya, dalam kasus ini walaupun klien mengucapkkan terimakasih, teapi tujuan klien ini supaya perawat sadar kalau, soft skill dalam dunia perawat sangap penting, dan soft skill lebih penting dari hard skill ini dibuktikan dengan kemampuan soft skill 80% membuat orang berhasil, sedangkan hard skill hanya 20 %


DAFTAR PUSTAKA

Elfindri, Elmiasana, Mitayani, dkk. 2009. Soft Skills Panduan bagi Bidan dan Perawat. Baduaose Media. Padang.
http//www.google.co.id.softskill

Tidak ada komentar:

Posting Komentar